Rabu, 28 Agustus 2013

Waspada Efek Dahsyat Pada Otak Ulah Pornografi


Kerusakan Otak Akibat Pornografi Mirip Mobil Ringsek Akibat Benturan Keras

-KESEHATAN-

Kerusakan otak akibat pengaruh pornografi di mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI), hasilnya sama dengan kerusakan pada mobil saat tabrakan keras. Demikian penjelasan r Elly Risman, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah hati Jakarta.

Menurut Elly Risman, Pree Frontal Cortex (PFC) akan rusak ketika anak melihat pornografi. Padahal PFC adalah pusat nilai, moral, tempat di mana merencanakan masa depan, tempat mengatur manajemen diri. Bagian otak alis kanan atas inilah yang menentukan jadi apa seorang anak nantinya. Karena itulah PFC juga disebut direktur yang mengarahkan kita.

“Nah pada saat anak kecil dan melihat pornografi si direkturnya belum bisa melarangnya karena belum matang, maka orangtuanya lah yang harus menjadi direktur bagi si anak, tapi mengapa sekarang orangtua malah memberikan anak gadget, HP, dan akses internet secara bebas?”ucap Elly Risman dalam acara seminar parenting bertema “Tantangan Mendidik Anak di Era Digital” yang diselenggarakan SD Integal Luqman Al Hakim Surabaya belum lama ini.

“Setelah melihat pornografi, maka gambar visual pornografi itu akan dikirim ke otak bagian belakang, disebut juga respondent. Karena respondent ini belum berfungsi maka anak akan kaget,” ujar Elly.

Jika respondent tersenggol maka dia akan mengeluarkan hormon yang namanya dopamin. Dopamin itu akan mengeluarkan zat yang akan membuat anak merasa senang, nikmat,bahagia, dan membuat anak kecanduan, ungkapkanya.

Karena itu, menurutnya candu pornografi itu membuat orang menjadi dissensitifisasi. Gambar porno yang sudah dilihat tidak akan dilihat ulang karena sudah tidak berpengaruh lagi, yang ingin dilihat lagi adalah gambar porno yang lebih dari gambar sebelumnya, karena rasa senstifnya hilang.

Oleh karena itu para pencandu pornografi akan selalu meningkat candunya seperti menaiki tangga, ia ingin lebih, lebih dan lebih lagi.

“Ketika anak melihat satu kali pornografi maka dia ingin dua, tiga, empat kali lagi,” ujar Elly Risman. Ketika gambar pornografi sering melewati PFC, maka bagian yang menyimpan moral dan nilai, membuat perencanaan hidup ini, akan menciut, mengecil dan akibatnya dorongan seks akan tidak terkendali , karena mata tidak bisa ditahan, otak menjadi rusak dan ketagihan seks.

“Proses melihat pornografi dengan bersetubuh sama, jadi anak yang melihat pornografi mereka bersetubuh dengan gambar –gambar,” ujar Ibu yang pernah mengikuti pelatihan parenting di USA ini.

Menurutnya selain hormon dopamin yang berproduksi hormon norepinephrine juga akan keluar. Hormon norepinephrine berfungsi sebagai pembeku memori kenangan yang detail.

Seperti seorang istri dengan bagian-bagian-bagian tertentu suaminya, begitu pun sebaliknya. Hormon norepinephrine biasanya keluar setelah bersetubuh. Selain norepinephrine, otak juga akan mengeluarkan hormon oksitoksin. Ini adalah adalah hormon mawadah wa rahmah. Hormon yang mengikat antara suami dan istri.

Tapi jika anak yang bersetubuh dengan gambar maka hormon ini akan mengikat anak tersebut dengan gambar porno yang telah dilihatnya. Makan anak dan orang dewasa yang sudah candu pornografi maka susah menyapihnya.

”Nah setelah mencapai klimaks, maka akan keluar hormon serotonin, hormon ini yang membuat relax dari ujung rambut sampai ujung kaki,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pada orangtua menjaga anak-anak agar otak mereka tidak rusak sebelum kesiapan peran seksual yang telah diciptakan Allah Subhanahu Wata’ala untuk mereka telah siap dan halal.

Menurutnya, begitulah jahatnya bisnis pornografi menjadikan anak sebagai sasaran tembak empuk, karena mereka ingin anak itu rusak dan menjadi pelanggan pornografi seumur hidup.

Aktivitas Pacaran

Selain pornografi yang mengaktifkan hormon seksual, termasuk di dalamnya adalah aktivitas pacaran. Karena itu, ia sangat menyayangkan film-film remaja saat ini begitu vulgar mengajak anak untuk berpacaran dan berhubungan seks secara bebas. Karena itu, kewaspadaan orangtua terhadap serangan pornografi sangat di harapkan.

”Jangan hanya mengaharap kepada sekolah yang mengajari nilai-nilai agama pada anak, namun orangtua harus berperan aktif membangun moral agama pada diri anaknya sendiri, ” ucapnya.

Kembalikan peran Ibu dan Ayah pada tempatnya. Dan para orangtua harus lebih dulu hadir dalam kehidupan anaknya, bukan mereka yang punya kepentingan bisnis pornografi yang hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Sebab anak-anak yang jiwanya selalu merasa sendiri, booring, stress, dan lelah akan sangat gampang dimasuki oleh industri pornografi.

-BERITA&ISLAM-
Oleh :Samsul Bahri/Hidayatullah

Minggu, 25 Agustus 2013

Halal Bi Halal SDIT As-Shidiiqi 2013

Ibu Kepala Sekolah, Rita Fitria sedang memberi-
kata sambutan Halal Bi Halal
Sabtu (24/08), SDIT As-shidiiqi Kota Jambi mengadakan halal bi halal bersama para walimurid dan seluruh perangkat sekolah. Acara ini adalah agenda tahunan sekolah, yang mana bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar guru dan walimurid, hal ini perlu dibangun agar sinergitas guru dan walimurid terus terbangun.

Acara ini langsung dibuka oleh kepala sekolah SDIT As-shidiiqi Kota Jambi, Ibu Rita Fitria. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa untuk membangun sekolah dan SDM-nya perlu ada kerjasama dua belah pihak (guru-walimurid), karena cita-cita memiliki generasi yang sholeh-sholehah tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tapi orangtua juga harus memiliki tanggung jawab yang sama, kalau investasi seorang pendidik di akhirat dari ilmu yang diberikan, sedang orangtua investasi akhiratnya adalah terbina dan terciptanya anak-anak yang sholeh.

Dalam acara ini diisi Tausyiah oleh Ustadz Abdul Rozak, LC, dan diteruskan serah terima jabatan ketua komite lama dengan yang baru, dalam hal ini ketua komite lama Bapak Supawaluddin mendapat kenang-kenangan dari sekolah yang diberikan langsung oleh Pengawas Sekolah, Ibu Ir. Anti Yosefa.(AAM)

Senin, 19 Agustus 2013

Tips Menangani Sifat Konsumtif Anak

Di zaman yang serta instan ini, banyak sekali godaan yang ditawarkan oleh berbagai macam produk globalisasi seperti aksesori, pakaian, makanan dan teknologi yang canggih yang semakin mewarnai hari-hari kita. orang yang bijak, pastilah mengerti keuangannya dan bisa tahan terhadap berbagai macam produk yang menggiurkan. Namun jika tidak, maka anda akan tergoda untuk membeli dalam jumlah banyak. Dari hal inilah anda akan memiliki sifat konsumtif.

Konsumtif sendiri sering dikaitkan dengan pemborosan karena akan memerlukan uang yang tidak sedikit untuk membeli dan mengoleksi barang mahal. Jika anda memiliki sifat konsumtif, anak pun bisa bergaya konsumtif seperti halnya orangtua. Seperti pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak yang memiliki sifat konsumtif pasti sangat membingungkan orang tua.

Hal ini terjadi karena tempat pendidikan dan pembangunan karakter seorang anak selain di sekolah dan masyarakat adalah di rumah.

Untuk menghindari sekaligus mengurangi kebiasaan yang kurang baik, sebaiknya anda dapat mengajarkan cara sederhana dengan menghargai hasil jerih payah orangtua dengan cara berikut:

1. Tanamkan sifat bijak ketika membeli sesuatu
Ajarkanlah anak Anda untuk bijak menggunakan uangnya. Dengan mengajarkan anak untuk tidak langsung menghabiskan uang tabungannya, dan menabung kembali uang kembalian usai membeli barang yang ia inginkan.

Selain itu, karena tidak mudah membedakan kebutuhan dan keinginan, ajarkanlah anak untuk lebih mengerti mana yang menjadi prioritas serta hal-hal seperti apa yang dijadikan prioritas. Kemudian bikinlah target guna mendapatkan hal yang akan dibelinya.

2. Diskusikan barang apa yang ingin anak beli
Berkomunikasilah dengan anak mengenai uang yang akan ia belanjakan, dengan memberikan pengertian hal lain apa yang dapat ia dapatkan dengan uang yang ia miliki.

Contoh saja ketika si anak ingin mainan, bicarakan kepada anak. Dengan harga bonekanya yang sekian, dia bisa mendapatkan berapa banyak makanan yang dapat ia bagi dengan teman-teman.

3. Ajarkan menabung di bank
Ajarkanlah anak menabung di bank. Karena dengan menabung di bank anak dapat lebih mengerti bahwa dengan menabung, ia akan mendapatkan hadiah atau reward yang lebih selain hanya dapat membeli barang yang diinginkan.

4. Mengontrol uang
Menabung dan mengontrol uang adalah hal yang penting agar anak tidak konsumtif. Perilaku menabung sendiri dapat mulai diterapkan mulai dari anak dapat berjalan. Bermula dari orang tua yang mengenalkan uang kepada anak, kemudian ajarkan anak untuk memasukan uang koin ke dalam celengan.

Setelah anak sudah mulai mengerti nilai uang, ajarkanlah anak untuk mengontrol uang. Dengan mengajarkan untuk membagi-bagi uangnya dalam tiga tempat penyimpanan, yaitu: uang yang untuk ditabung, disimpan untuk digunakan dalam jangka pendek, uang untuk diamalkan. Hal ini juga dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa menabung itu membosankan, dan anak juga tahu mana uang yang bisa ia belanjakan, mana yang harus ditabung dan mana yang harus ia amalkan .

Namun ingat, sebelum anda menerapkan hal ini pada anak, cobalah anda bercermin dan mengoreksi apakah anda seorang konsumtif. Jika sudah cobalah kurangi hal tersebut karena akan sama saja jika anak sudah menerapkan sifat hemat namun anda tidak menjadi contoh yang baik bagi anak. (Ust. AAM)

(Disadur Dari Berbagai Sumber)

Jumat, 16 Agustus 2013

Semangat Hari Pertama Sekolah

Ust. Ery Afriant saat memberikan tausyiah kepada anak-anak
Hari ini Jum’at (16/8) seluruh civitas akademika SDIT AS-SHIDIIQI Kota Jambi mulai masuk sekolah setelah menjalani libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri selama 15 hari.
Agenda hari pertama ini diisi dengan kegiatan halal bi halal guru bersama para siswah dan bersih-bersih kelas dan lingkungan sekolah dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Endonesah yang ke 68.

Para siswa tampak begitu antusias menjalani hari pertama sekolah paska liburan panjang kali ini. Aldis Yudha Gempita salah satu siswa kelas 6 A tampak begitu semangat dan siap menghadapi aktivitas normal sebagai pelajar

“Ana senang ustadz sudah mulai masuk sekolah lagi, biar bisa siap-siap mengikuti pelajaran yang akan ana jalanin, biar nanti bisa lulus dengan hasil yang baik, liburan itu menjenuhkan.” Ujarnya

Dalam hal ini wakepsek bagian kesiswaan Ustadz Ery Afrianto berpesan kepada para siswa agar nilai ramadhan dan idul fitri jangan sampai memudar, isi hari-hari dengan kerukunan antar siswa, adik kelas menghormati kakak kelas, kakak kelas menyayangi adik kelas dan saling menghormati satu sama lain dalam keluarga besar SDIT AS-SHIDIIQI, karena momen silaturahim dan maaf-memaafkan bukanlah momen sekali lewat.

Berharap pesan yang disampaikan Wakepsek kita bisa kita implementasikan dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan sekolah.

SEGENAP KELUARGA BESAR SDIT AS-SHIDIIQI MENGUCAPKAN “Minal A’idin Wal Fa-idzin” Mohon Maaf Lahir dan Bathin Kepada Seluruh Wali Murid SDIT AS-SHIDIIQI Kota Jambi

Selasa, 16 Juli 2013

Sudahkah Mengontrol FB Anak Kita?


Sebagai orang tua, kadang kita tenggelam dalam kesibukan bekerja dan berumah tangga. Sepertinya itu adalah alasan paling logis yang banyak diutarakan oleh orang tua. Atau mungkin hanya sekedar modus untuk mengalahkan pendapat yang menyudutkan kita tentang penyalahan atas kealfaan anak-anak kita.

Namun sebenarnya mau tidak mau, sebutan orang tua mengharuskan kita untuk menjadi seorang pengayom, walaupun banyak dari kita yang memang tidak siap untuk mengayomi. Sebutan orang tua mewajibkan kita untuk menjadi teladan bagi anak- anak kita yang memang butuh seorang figur teladan. 

Lihatlah, dunia modern anak-anak kita kini telah banyak tertambat pada sesosok facebook kesayangannya. Jangan merasa damai dulu ketika anak kita terlihat alim dirumah, atau betah berdiam diri di dalam kamar. Siapa tahu mereka sedang asyik berchatting ria dengan seseorang yang bukan mahramnya.

Maka inilah yang wajib diketahui oleh para orang tua sekarang. Ternyata banyak hal yang bisa menggeser kedudukan orang tua sebagai sahabat, sekaligus pendidik bagi anak-anak mereka. Karena itulah, orang tua harus banyak menyediakan waktu, dan siap- siap untuk terkejut ketika mereka mengecek facebook anak- anak mereka.

Lihatlah bagaimana cara mereka berpikir, lihatlah siapa idola mereka, dan apa kesukaan mereka. Semua tertuang jelas dalam facebook mereka. Lihatlah bahwa mereka banyak menyukai yang justru kita benci. Mereka mengakrabi hal-hal yang justru terlarang dalam Islam. semua tergambar jelas dalam facebook mereka. Anak- anak kini lebih suka menggandeng tangan temannya untuk berbagi dari pada memeluk ayah ibunya saat ingin berkeluh kesah. Anak- anak juga lebih asyik berkoar difacebook tentang uneg- uneg mereka, dari pada membicarakannya dengan orang tua. Maka sempatkanlah sejenak untuk menengok catatan yang ada dalam facebook anak- anak kita.

Ayah bunda, ternyata anak- anak kita telah dewasa. Atau mungkin mereka belum dewasa, tapi dipaksa untuk dewasa karena disuguhi sederet pola pikir dan lingkungan yang mengkarbit mereka untuk menjadi dewasa. Sekolah mereka pun kini hanya banyak menyentuh fisik mereka tetapi bukan jiwanya. Bukan berarti kurikulum itu gagal total, namun pengaruh lingkungan mereka lebih kuat. Ditambah lagi tontonan TV mereka dirasa lebih menyenangkan.

Konsep itu melekat kuat dalam pikiran mereka, menyita seluruh waktu dan hati mereka. Lalu lihatlah betapa banyak anak- anak yang disekolah berjilbab dan berpakaian rapi, namun ketika mereka pulang, pakaian semacam rok minipun masih mereka kenakan. Mereka bisa menjerit histeris ketika bercerita tentang Justin bieber dan bahkan tidak pernah mendengar tentang salah satu sahabat Rasulullah SAW.  Anak- anak manis kita itu bahkan tidak sungkan berbagi cerita dengan banyak orang tentang pacar-pacar mereka, dan bahkan tidak malu mengucapkan kata- kata manis untuk seseorang yang bukan mahramnya.

Lalu bagaimana dengan kita? masihkah kita hanya menjadi penonton tingkah laku mereka ini? haruskan kita menyerah dengan kualitas penerus kita yang seperti ini?. Inilah PR besar buat kita, dan bukan setumpuk pekerjaan yang menanti di kantor. Inilah sejatinya tanggung jawab kita yang seharusnya terselesaikan pertama kali, dari pada sepaket ego pribadi kita.  Semoga semua ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama bagi kita mungkin lupa untuk berorientasi kepada keluarga sebagai yang pertama.

Sebelum kita akhiri  semoga firman Allah SWT ini menjadi pengingat bagi kita semua. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’, 4: 9). (Syahidah)

Minggu, 07 Juli 2013

Mengoptimalkan Sinergi Guru dan Walimurid


Hasil Positif Sinergi

Sinergi sangat penting untuk mencapai persamaan persepsi. Pemahaman yang rancu tentang cara mendidik serta perbedaan pengertian mengenai sebuah pengetahuan bisa diminimalkan. Para generasi bangsa memahami setiap pengetahuan secara mendalam, mendetail dan kompleks.

Sinergi membentuk kesempurnaan pengertian mengenai suatu pengetahuan, bagi para pen- didik sendiri. Mereka bisa saling melengkapi dan mengingatkan bila ada kekurangan. Dengan saling mengingatkan, kesalahan-kesalahan dapat segera diperbaiki supaya tidak berpengaruh buruk bagi perkembangan anak.

Sinergi juga berguna untuk mengetahui sedini mungkin problematika yang mendera anak untuk ditemukan solusinya. Kondisi ini membebaskan anak dari gempuran persoalan yang membata- si gerak perkembangannya. Terapi penyembuhan terhadap persoalan seorang anak membutuhkan kerjasama yang kuat antara guru dengan orang tua, supaya penanganannya tidak berbenturan. Guru dan orang tua perlu saling mendukung dan menguatkan dalam menghadapi problema anak.

Dengan sinergi, keduabelah pihak bertanggung jawab atas keberhasilan pendidikan anak. Mereka sama-sama memiliki persepsi membangun kemampuan dan pribadi anak, dan bukannya saling menjatuhkan.

Nyambung dan Konsisten

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencapai sinergi yang positif. Bentuk yang paling sederhana dan sering dilakukan adalah pertemuan rutin antara guru dengan orang tua. Pertemuan ini penting dilaksanakan, untuk mencapai kompromi-kompromi dalam mendidik

Bentuk lain dari sinergi ini ialah dengan bertukar informasi mengenai perkembangan anak. Tahap-tahap penyampaian materi pengetahuan juga perlu dikomunikasikan, agar keduanya memberikan porsi atau tingkatan pengetahuan secara berimbang kepada anak.

Yang penting digarisbawahi dalam sinergi ini, selain dikembangkannya koordinasi, juga perlu dibangun suasana harmonis antar pendidik. Diusahakan agar anak dapat melihat bahwa dua sosok yang sangat dihormati memberikan pengertian, pengetahuan dan contoh yang sinkron serta konsisten.

Secara psikologis anak confidence menerima segala informasi dari guru dan orang tuanya. Benturan mental yang mungkin terjadi karena ketidaksinkronan para pendidiknya dapat dihindarkan. Anak terbebas dari konflik batin, kemampuan untuk menganalisa dan memutuskan di antara berbagai pilihan menjadi terasah tajam. Generasi-generasi bangsa tumbuh menjadi pribadi yang sempurna.

Modifed by Ust. Abdul Malik

Tarhib Ramadhan 1434 Hijriyah

Ust. Jonni (kiri) memimpin pawai Tarhib bersama Wakepsek Sarpras Ust. Mundori (kanan)
Sabtu (6/7) keluarga besar civitas akademika SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi, dimulai dari Yayasan hingga siswa kelas 1 melaksanakan Tarhib Ramadhan, kegiatan dilakukan dalam bentuk pawai mengelilingi perkampungan sekitaran sekolah finish di Masjid Istiqomah.

Menurut Rita Fitria kepala sekolah SDIT As-Shidiiqi mengatakan, bahwa ada 3 alasan agenda ini dilaksanakan. Pertama, Tarhib Ramadhan adalah agenda tahunan sekolah dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Kedua, sebagai sosialisasi spiritual kepada siswa kelas 1 dan 2, bahwa puasa itu menyenangkan. Ketiga, Ketiga, ini juga berguna untuk syiar ke tengah masyarakat, agar senantiasa siap dan gembiran dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

"Output yang paling utama dari akhir agenda Tarhib Ramadhan ini adalah, mampu membuat siswa-siswi kelas 1 dan 2 siap menjalani ibadah puasa Ramadhan, tentunya sinergi guru dan walimurid harus berjalan dalam memotivasi anak didik kita, untuk siap menjalankan ibadah puasa tahun ini." Tambah Rita Fitria menutup perbincangan dengan tim media sekolah.

Seandainya usia kita disampaikan untuk menjalani ibadah Ramadhan tahun ini, semoga menjadi Ramadhan terbaik bagi kita, bukan masalah beberapa harinya lagi, tapi bagaimana kesiapan sisi spiritual kita dalam menyambut dan menjalankannya nanti. Allahumma bariklana fii sya'ban wa balighna wa bariklana fii syari Ramadhan. Aamiin. (AM)

Gaya Dulu, Sebelum Pawai Dimulai

Bu Citra dan Bu Hanik bersama siswa kelas 2A

Terlihat Mamah Dedeh sedang patroli

Bu Sika dan Bu Yani membagikan perlengkapan pawai

Bu Tri dan Miss Ani sedang bercengkerama dengan siswa-siswanya

Bersiap mendengarkan pengarahan dari Ust. Ery Afrianto

Ust. Mundori & Jonni bersiap memimpin Pawai Tarhib

tampak Ust. Mundori yang sedang mengatur barisan

Bismillah, Pawai Dimulaaaaiiii...

Gilang (kiri), Vito (tengah), dan Bagas (kanan) memimpin barisan pawai

Tampak barisa mengular, diawasi oleh Ust. Trubus dan Ust. Fendy

Alhamdulillah, sampai di pelataran masjid Istiqomah

Lanjut, Makan-Makaaan..... ^_^


Kamis, 04 Juli 2013

Pendidikan Tata Krama? Bukan Hanya Tugas Guru!

Menurut para orang tua dulu, pada 1970-an, anak-anak yang kurang sopan akan dikatakan "Seperti anak yang tidak sekolah saja!"
Sekolah zaman dulu, menurut mereka, mengajarkan budi pekerti yang dipraktikkan. Murid-murid menghormati guru karena kewibawaannya. Guru di lingkungan masyarakat mendapatkan tempat terhormat. Jika ada kegiatan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, guru menjadi tempat bertanya. Para orang tua berterima kasih karena guru mendidik anak-anak mereka dengan tulus dan penuh pengabdian.

Murid-murid tidak pernah terdengar tawuran dengan sekolah lain. Murid-murid yang telah lulus yang kemudian melanjutkan sekolah yang lebih tinggi atau bekerja tiap Idul Fitri "sowan" kepada mantan gurunya. Tak ada yang menyuruh murid-murid itu mendatangi guru. Memang zaman terus berubah. Tantangan dan kendala dalam mendidik murid berganti atau bahkan bertambah. 

Namun, perkembangan zaman menghasilkan outcome pendidikan yang oleh beberapa pihak dianggap mengecewakan, terutama dalam hal tata krama, rasa kekeluargaan, kematangan emosi, dan keluhuran budi. Tentu kesalahan bukan semata-mata ada di pundak guru. Guru hanya merupakan bagian kecil dari sistem sosial yang rapuh sekarang ini. 

Masyarakat sedang mengalami anomali, nilai-nilai lama dilepaskan sedangkan nilai-nilai baru tidak sepenuhnya dipahami. Tokoh, pemimpin, pejabat di tataran nasional sibuk dengan kekuasaan, jabatan, dan uang. Di antara mereka banyak yang lalai terhadap "national and character building." Harapan tinggal tersisa di pundak para tokoh panutan yang masih berpijak pada hati nurani, yang jumlahnya semakin mengecil, mengecil, dan mengecil. 

Ayah dan Bunda, mari terus kita bangun SINERGI antar Guru dan Walimurid, agar karakter anak yang kita inginkan bisa kita lahirkan. Hal ini perlu dilakukan karena di masa ini arus informasi makin kencang, anak-anak kita bisa melihat dan mendengar apa saja dari apa yang mereka tonton. Tugas kita bersamalah untuk mengontrol itu semua, agar buah hati kita TERDIDIK oleh GURU dan ORANGTUA di rumah, bukan terdidik oleh TELEVISI di rumah. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Modifikator: Ust. Abdul Malik, DBAS

Senin, 01 Juli 2013

Alhamdulillah, Kembali Masuk Sekolah


Kepala Sekolah SDIT As-Shidiiqi, Rita Fitria Saat Memberikan Sambutan
Tepat tanggal 1 Juli 2013 (hari ini), seluruh siswa SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi kembali masuk sekolah, ada yang lain pada awal masuk sekolah hari ini, jalan menuju komplek sekolah padat merayap. Seluruh walimurid siswa baru memilih bertahan di sekolah untuk menemani anak-anaknya, sehingga jalan keluar masuk kendaraan cukup tersendat, walau semua bisa diselesaikan tim parkir yang dikomandoi.

            Acara hari pertama dibuka sambutan oleh Kepala Sekolah SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi, beliau meminta segenar kakak-kakak kelas memberikan contoh yang baik, serta mampu menjaga adik-adik baru mereka, hal ini bertujuan membangun emosional kekeluargaan dalam lingkungan sekolah, agar tercinta kenyamanan satu sama lain.

            Untuk hari pertama hingga hari sabtu nanti, seluruh siswa baru (Kelas 1) akan pulang pada pukul  11 siang, sementara untuk kelas 2-6 pulang cepat hanya pada hari ini, sementara hari berikutnya dan seterusnya kembali sesuai jadwal sebenarnya. Kelas 2 pulang pukul 14.30 WIB dan siswa kelas 3-6 pulang pukul 16.00 WIB. (AM)

Jumat, 28 Juni 2013

Orientasi Sekolah Kepada Wali Murid Baru


             
Ust. Abdul Malik sedang menguji salah satu peserta tes membaca Iqro' 
Hari ini Jum’at (28/6) SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi melaksanakan kegiatan Orientasi  pengenalan sekolah kepada wali murid baru. Acara di selenggarakan di masing-masing kelas tempat siswa baru nantinya menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM).

                Semua wali murid saat ini mengadakan pertemuan dengan wali kelas masing-masing rombongan belajar. Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan kepada wali murid tentang keadaan sekolah, tata tertib, perkenalan wali kelas dengan wali murid agar tercipta komunikasi yang baik, sehingga kedua belah pihak bisa membangun komitmen untuk melahirkan anak-anak yang cerdas, kreatif, sholeh dan berkepribadian matang.

                “Semoga dengan pertemuan ini wali kelas dan wali murid bisa membangun komitmen agar bisa bekerjasama mendidik anak dengan baik, baik di sekolah mau pun di rumah.” Ujar Rita Fitria, Kepala Sekolah SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi.

                Selain itu, acara juga diiringi dengan tes membaca Iqro’ bagi anak-anak baru. Agenda ini bertujuan untuk mengetahui sampai di mana kemampuan anak-anak baru ini (kelas 1) dalam membaca Iqro’. Sehingga, kelak guru bidang study Iqro bisa dengan mudah memulai di Iqro’ berapa anak-anak ini dalam kegiatan KBM ke depannya.

                “Kita tidak tahu, bisa saja walau baru kelas satu ada anak yang mungkin sudah Iqro’ 4,5,6 dan mungkin Al Qur’an, nah, inilah tujuan tes membaca Iqro ini di laksanakan. Agar kita tahu sampai di mana kemampuan anak-anak kita dalam membaca Iqro’.”

                Untuk diketahui, yang menjalani tes ini tentunya adalah anak-anak yang sudah sah menjadi siswa SDIT As-Shidiiqi. Semoga dengan agenda seperti ini, kita bisa melahirkan generasi Qur’ani untuk bangsa dan negeri Indonesia. Aamiin. (AM)

Selasa, 25 Juni 2013

Pembekalan Majelis Guru SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi

Kata Sambutan Kepala Yayasan Amir As-Shidiiqi Ust. Drs. H. Herly Petris

Sebagaimana seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika siswa libur dua minggu, maka para majelis guru berkumpul di sekolah seminggu sebelum anak masuk. Para guru diberikan pembekalan secara ruhiyah untuk menghadapi siswa-siswa ini.

                Pembekalan ini dibuka dengan sambutan kepala Yayasan Amir As-Shidiiqi, Drs. H. Herly Patris. Dalam sambutannya Kepala Yayasan meminta agar para majelis guru senantiasa ikhlas dalam mengajar, agar siswa pun bisa menerima pelajaran dari gurunya. Kemudian, mengajak semua bersyukur atas apa yang kini telah diraih sekolah, dan selalulah di dalam sholat mendo’akan kebaikan atas sekolah ini.

                Setelah sambutan, acara diisi pembekalan ruhiyah yang disampaikan oleh Ustadz Juanda S.Ag sosok yang tak asing bagi pendidikan Islam Terpadu di Provinsi Jambi. Dalam pembekalannya beliau menyampaikan 5 peran yang harus dimiliki seorang guru kita menghadapi siswanya.

1. Asy-Syaikh amaamal muriidin
Menjaga ruhiyah, setiap ada permasalahan harus disikapi dgn kepala dingin dan cenderung solutif. salah satunya adalah saran yang mengarah pada efek spiritual ketika menghadapi siswa yang bermasalah.

2. Al Ustadz amaama thulaabihi
Harus menunjukkan kefaqihannya dalam keilmuan di hadapan para siswanya.

3. Al Abu amaamal awladihi
Seorang guru yg harus bersikap layaknya orang tua.

4. Al Qoo-idu amaama junuudihi
Mampu menjadi panglima atau pemimpin bagi para siswanya. Ketegasan

5. Ash-shohiibu amaama ikhwanihi
harus mampu menjadi teman bagi siswanya, sesekali seorang guru harus bisa bercengkerama dengan para siswa, agar hubungan emosional terbangun antara guru dan siswa.

                Semoga 5 peran ini bisa dijalankan, agar tercipta harmonasasi di sekolah, sehingga siswa memiliki semangat untuk hadir ke sekolah. Acara yang berlokasi di lantai 3 Gedung B SDIT As-Shidiiqi ini selesai tepat pukul 4 sore. Semoga semua bernilai ibadah dan mendapatkan keberkahan. (AM)

Majelis Guru yang sedang mendengarkan kata sambutan
Ust. Abdul Malik, Ust. Ahmad Jonni, dan Ust. Ahmad Trubus


Kamis, 13 Juni 2013

Selamat Nak! Semoga Liburannya Menyenangkan.

Alhamdulillah, hari ini 300-an siswa SDIT As-Shidiiqi sudah kembali ke rumah dengan wajah gembira. Karena hasil pelajaran selama satu tahun penuh mendapatkan hasil yang memuaskan, Naik Kelas!

Insya Allah, anak-anak akan menjalani masa liburan dari tanggal 14-29 Juni 2013, kurang lebih dua minggu penuh. Harapannya, selama tidak mengikuti KBM di sekolah, kebiasaan-kebiasaan yang ditanamkan di sekolah bisa orangtua terapkan di rumah.

Karena, mendidik anak bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan juga orangtua. Ada sinergi yang dibangun antar orangtua dan guru itu sendiri.

“Harapannya anak ini selama libur, tetap harus dhuha di pagi hari, membaca qur’an, mengaji iqro’ dan sholat limat waktunya jangan tertinggal. Tentunya peran orangtua sangat kami harapkan, agar cinta-cita orangtua yang menyekolahkan anaknya di sini agar menjadi pribadi yang sholeh bisa teralisasi.” Ujar Wakepsek, Ery Afrianto, S.Pd.I

Seluruh siswa akan mulai tahun ajaran baru 2013/2014 pada tanggal 1 Juli 2013. Jadi semoga semua siswa nantinya siap kembali menghadapi rutinitas di sekolah. Selamat berlibur anak-anak! (AM)

Banjir Hadiah Sang Juara

Hari ini, Kamis (13/6) Siswa-siswa berkumpul di lapangan upacara, dari kelas satu hingga kelas lima, menanti pengumuman juara satu sampai juara tiga dari masing-masing kelas. Antusiasme anak begitu terasa ketika semua maju ke depan di mana posisi guru berada.

Hadiah-hadi yang tersusun rapi menjadi pemikat sendiri bagi anak-anak kami. Hadiah-hadiah tersebut akan diperuntukkan bagi anak-anak kami yang meraih prestasi di kelas masing-masing. sebagai mana hasil tim media kami kemarin, inilah anak-anak yang berhak atas hadiah-hadiah yang tersusun rapi di hadapan para siswa keseluruhan.

Kelas 1A Walikelas Ibu Era Maya
1. Athiya Salsabila
2. Nadya Khairunnisa
3. Dzikri Raihan

Kelas 1B Walikelas Ibu Siti Karomah
1. Athifah Ari Gumaisha
2. Aliyyah Maharani
3. Khalisah Dzakira Sabila

Kelas 1C Walikelas Ibu Tri Maryani
1. Fairuzza Muktabari
2. Andini Wahyu Ningtias
3. Wahida Haudy Juwita Sari

Kelas 2A Walikelas Ibu Ema Wardani
1. Aliyah Qurrta'ayuni
2. Lucky Febriansyah
3. M. Farhan Afif

Kelas 2B Walikelas Ibu Citra Dewi
1. Afina Putri Masagala
2. M. Fahmi Adiwijaya
3. Annisa Rahmi Eryz

Kelas 2C Walikelas Ibu Ema Sofiani
1. Bintang Aqila Aliqa
2. Dinda
3. Innaya Dian Azzahra

Kelas 3A Walikelas Ibu Era Elvira
1. Nakumi Yusra Salsabila
2. Hirro Triandhita
3. Emery Fathan Zwagery

Kelas 3B Walikelas Ustadz Ahmad Jonni
1. Muhammad Roihan
2. Riverty
3. Hasyifa

Kelas 3C Walikelas Ibu Veraliya Susanti
1. Ahmad Farid Mudrika
2. Syifa Nabila Az Zahra
3. Ananda Dwi Pradipta

Kelas 4A Walikelas Ustadz Ery Afrianto
1. Maulani Asma Mardiyah
2. M. Ananta Lafaz
3. Aura Sukma Aulia

Kelas 4 B Walikelas Wirnadiyah Rame
1. Nurul Izzati Ramadhan
2. Taufan Abdillah
3. M. Farizki

Kelas 5A Walikelas Ibu Yui Yunita
1. Elmira Fathiyyah Zahrah
2. M. Gilang Ramadhan
3. Nanda Okti Wilyandari

Kelas 5B Walikelas Ibu Ristiana
1. Aqil Muhyidin
2. Naufal Assidiqi
3. M. Bagas Riansyah

Kelas 6 Walikelas Ibu Fatriani
1. Aulia Khotimatul Husna
2. Fathi Ariini Hidayah
3. Sazidan A'raf Mustaqim


"Alhamdulillah ana senang ustadz, dapat ranking satu, juga dapat hadiah yang indah, terimakasih ibu Wirna." Ujar Nurul Izzari Ramadhan, siswi kelas 4 B yang meraih ranking satu di kelasnya.

Selamat ya, Nak! Semoga tetap selalu Sholihah agar ilmunya berkah. (AM)

Rabu, 12 Juni 2013

Besok, Penerimaan Raport Kenaikan Kelas

Hari ini (12/6) SDIT As-Shidiiqi mengadakan rapat besar membahas siswa-siswa yang layak naik kelas dengan yang tidak. Acara rapat ini diikuti oleh semua dewan majelis Yayasan dan Majelis Guru yang bertempat di ruang kelas 2 B.

Acara dipimpin oleh Kepala Sekolah, Rita Fitria dan Wakepsek Ustadz Ery Afrianto. Acara dibuka dengan kegiatan tausyiah dari Ibu Yayasan Ustadzah Anti Yosefa mengenai "Kebahagiaan Adalah Hal Mutlak".

Rapat kenaikan kelas ini membahas problematika siswa dari kelas 1 sampai kelas 5. Mana siswa yang bermasalah dan bagaimana mengatasinya. Sebuah fitrah memang di setiap sekolah selalu ada anak-anak yang berkelakuan khusus, dan dalam rapat ini dibahas bagaimana menanganinya ketika dia berada di tingkat berikutnya. Walikelas yang cocok dan penanganan yang pas.

Insya Allah, besok, Kamis (13/6) SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi akan menjadwalkan pembagian rapor kenaikan kelas kepada para siswa, berikut peringkat 1-3 dari setiap kelas...

Kelas 1A Walikelas Ibu Era Maya
1. Athiya Salsabila
2. Nadya Khairunnisa
3. Dzikri Raihan

Kelas 1B Walikelas Ibu Siti Karomah
1. Athifah Ari Gumaisha
2. Aliyyah Maharani
3. Khalisah Dzakira Sabila

Kelas 1C Walikelas Ibu Tri Maryani
1. Fairuzza Muktabari
2. Andini Wahyu Ningtias
3. Wahida Haudy Juwita Sari

Kelas 2A Walikelas Ibu Ema Wardani
1. Aliyah Qurrta'ayuni
2. Lucky Febriansyah
3. M. Farhan Afif

Kelas 2B Walikelas Ibu Citra Dewi
1. Afina Putri Masagala
2. M. Fahmi Adiwijaya
3. Annisa Rahmi Eryz

Kelas 2C Walikelas Ibu Ema Sofiani
1. Bintang Aqila Aliqa
2. Dinda
3. Innaya Dian Azzahra

Kelas 3A Walikelas Ibu Era Elvira
1. Nakumi Yusra Salsabila
2. Hirro Triandhita
3. Emery Fathan Zwagery

Kelas 3B Walikelas Ustadz Ahmad Jonni
1. Muhammad Roihan
2. Riverty
3. Hasyifa

Kelas 3C Walikelas Ibu Veraliya Susanti
1. Ahmad Farid Mudrika
2. Syifa Nabila Az Zahra
3. Ananda Dwi Pradipta

Kelas 4A Walikelas Ustadz Ery Afrianto
1. Maulani Asma Mardiyah
2. M. Ananta Lafaz
3. Aura Sukma Aulia

Kelas 4 B Walikelas Wirnadiyah Rame
1. Nurul Izzati Ramadhan
2. Taufan Abdillah
3. M. Farizki

Kelas 5A Walikelas Ibu Yui Yunita
1. Elmira Fathiyyah Zahrah
2. M. Gilang Ramadhan
3. Nanda Okti Wilyandari

Kelas 5B Walikelas Ibu Ristiana
1. Aqil Muhyidin
2. Naufal Assidiqi
3. M. Bagas Riansyah

Kelas 6 Walikelas Ibu Fatriani
1. Aulia Khotimatul Husna
2. Fathi Ariini Hidayah
3. Sazidan A'raf Mustaqim

Sementara untuk Kelas 6 ada empat siswa yang meraih nilai tertinggi atau sempurna di Ujian Nasional bidang Study Matematika, Anak-anak tersebut adalah Aulia Khotimatul Husna, Bagas Pramudya, Fathimah Ariini Hidayah dan Rahmi Audilla.

Semoga Prestasi anak-anak kita mendapatkan keberkahan Allah SWT. Butuh kerjasama orangtua untuk menjaga dan memantau amalan yawmiyah (amalan harian) yang ditanam di sekolah agar masa libur sekolah ini tetap dikerjaan oleh anak-anak kita. (AM)