Senin, 01 Juli 2013

Alhamdulillah, Kembali Masuk Sekolah


Kepala Sekolah SDIT As-Shidiiqi, Rita Fitria Saat Memberikan Sambutan
Tepat tanggal 1 Juli 2013 (hari ini), seluruh siswa SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi kembali masuk sekolah, ada yang lain pada awal masuk sekolah hari ini, jalan menuju komplek sekolah padat merayap. Seluruh walimurid siswa baru memilih bertahan di sekolah untuk menemani anak-anaknya, sehingga jalan keluar masuk kendaraan cukup tersendat, walau semua bisa diselesaikan tim parkir yang dikomandoi.

            Acara hari pertama dibuka sambutan oleh Kepala Sekolah SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi, beliau meminta segenar kakak-kakak kelas memberikan contoh yang baik, serta mampu menjaga adik-adik baru mereka, hal ini bertujuan membangun emosional kekeluargaan dalam lingkungan sekolah, agar tercinta kenyamanan satu sama lain.

            Untuk hari pertama hingga hari sabtu nanti, seluruh siswa baru (Kelas 1) akan pulang pada pukul  11 siang, sementara untuk kelas 2-6 pulang cepat hanya pada hari ini, sementara hari berikutnya dan seterusnya kembali sesuai jadwal sebenarnya. Kelas 2 pulang pukul 14.30 WIB dan siswa kelas 3-6 pulang pukul 16.00 WIB. (AM)

Jumat, 28 Juni 2013

Orientasi Sekolah Kepada Wali Murid Baru


             
Ust. Abdul Malik sedang menguji salah satu peserta tes membaca Iqro' 
Hari ini Jum’at (28/6) SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi melaksanakan kegiatan Orientasi  pengenalan sekolah kepada wali murid baru. Acara di selenggarakan di masing-masing kelas tempat siswa baru nantinya menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM).

                Semua wali murid saat ini mengadakan pertemuan dengan wali kelas masing-masing rombongan belajar. Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan kepada wali murid tentang keadaan sekolah, tata tertib, perkenalan wali kelas dengan wali murid agar tercipta komunikasi yang baik, sehingga kedua belah pihak bisa membangun komitmen untuk melahirkan anak-anak yang cerdas, kreatif, sholeh dan berkepribadian matang.

                “Semoga dengan pertemuan ini wali kelas dan wali murid bisa membangun komitmen agar bisa bekerjasama mendidik anak dengan baik, baik di sekolah mau pun di rumah.” Ujar Rita Fitria, Kepala Sekolah SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi.

                Selain itu, acara juga diiringi dengan tes membaca Iqro’ bagi anak-anak baru. Agenda ini bertujuan untuk mengetahui sampai di mana kemampuan anak-anak baru ini (kelas 1) dalam membaca Iqro’. Sehingga, kelak guru bidang study Iqro bisa dengan mudah memulai di Iqro’ berapa anak-anak ini dalam kegiatan KBM ke depannya.

                “Kita tidak tahu, bisa saja walau baru kelas satu ada anak yang mungkin sudah Iqro’ 4,5,6 dan mungkin Al Qur’an, nah, inilah tujuan tes membaca Iqro ini di laksanakan. Agar kita tahu sampai di mana kemampuan anak-anak kita dalam membaca Iqro’.”

                Untuk diketahui, yang menjalani tes ini tentunya adalah anak-anak yang sudah sah menjadi siswa SDIT As-Shidiiqi. Semoga dengan agenda seperti ini, kita bisa melahirkan generasi Qur’ani untuk bangsa dan negeri Indonesia. Aamiin. (AM)

Selasa, 25 Juni 2013

Pembekalan Majelis Guru SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi

Kata Sambutan Kepala Yayasan Amir As-Shidiiqi Ust. Drs. H. Herly Petris

Sebagaimana seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika siswa libur dua minggu, maka para majelis guru berkumpul di sekolah seminggu sebelum anak masuk. Para guru diberikan pembekalan secara ruhiyah untuk menghadapi siswa-siswa ini.

                Pembekalan ini dibuka dengan sambutan kepala Yayasan Amir As-Shidiiqi, Drs. H. Herly Patris. Dalam sambutannya Kepala Yayasan meminta agar para majelis guru senantiasa ikhlas dalam mengajar, agar siswa pun bisa menerima pelajaran dari gurunya. Kemudian, mengajak semua bersyukur atas apa yang kini telah diraih sekolah, dan selalulah di dalam sholat mendo’akan kebaikan atas sekolah ini.

                Setelah sambutan, acara diisi pembekalan ruhiyah yang disampaikan oleh Ustadz Juanda S.Ag sosok yang tak asing bagi pendidikan Islam Terpadu di Provinsi Jambi. Dalam pembekalannya beliau menyampaikan 5 peran yang harus dimiliki seorang guru kita menghadapi siswanya.

1. Asy-Syaikh amaamal muriidin
Menjaga ruhiyah, setiap ada permasalahan harus disikapi dgn kepala dingin dan cenderung solutif. salah satunya adalah saran yang mengarah pada efek spiritual ketika menghadapi siswa yang bermasalah.

2. Al Ustadz amaama thulaabihi
Harus menunjukkan kefaqihannya dalam keilmuan di hadapan para siswanya.

3. Al Abu amaamal awladihi
Seorang guru yg harus bersikap layaknya orang tua.

4. Al Qoo-idu amaama junuudihi
Mampu menjadi panglima atau pemimpin bagi para siswanya. Ketegasan

5. Ash-shohiibu amaama ikhwanihi
harus mampu menjadi teman bagi siswanya, sesekali seorang guru harus bisa bercengkerama dengan para siswa, agar hubungan emosional terbangun antara guru dan siswa.

                Semoga 5 peran ini bisa dijalankan, agar tercipta harmonasasi di sekolah, sehingga siswa memiliki semangat untuk hadir ke sekolah. Acara yang berlokasi di lantai 3 Gedung B SDIT As-Shidiiqi ini selesai tepat pukul 4 sore. Semoga semua bernilai ibadah dan mendapatkan keberkahan. (AM)

Majelis Guru yang sedang mendengarkan kata sambutan
Ust. Abdul Malik, Ust. Ahmad Jonni, dan Ust. Ahmad Trubus


Kamis, 13 Juni 2013

Selamat Nak! Semoga Liburannya Menyenangkan.

Alhamdulillah, hari ini 300-an siswa SDIT As-Shidiiqi sudah kembali ke rumah dengan wajah gembira. Karena hasil pelajaran selama satu tahun penuh mendapatkan hasil yang memuaskan, Naik Kelas!

Insya Allah, anak-anak akan menjalani masa liburan dari tanggal 14-29 Juni 2013, kurang lebih dua minggu penuh. Harapannya, selama tidak mengikuti KBM di sekolah, kebiasaan-kebiasaan yang ditanamkan di sekolah bisa orangtua terapkan di rumah.

Karena, mendidik anak bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan juga orangtua. Ada sinergi yang dibangun antar orangtua dan guru itu sendiri.

“Harapannya anak ini selama libur, tetap harus dhuha di pagi hari, membaca qur’an, mengaji iqro’ dan sholat limat waktunya jangan tertinggal. Tentunya peran orangtua sangat kami harapkan, agar cinta-cita orangtua yang menyekolahkan anaknya di sini agar menjadi pribadi yang sholeh bisa teralisasi.” Ujar Wakepsek, Ery Afrianto, S.Pd.I

Seluruh siswa akan mulai tahun ajaran baru 2013/2014 pada tanggal 1 Juli 2013. Jadi semoga semua siswa nantinya siap kembali menghadapi rutinitas di sekolah. Selamat berlibur anak-anak! (AM)

Banjir Hadiah Sang Juara

Hari ini, Kamis (13/6) Siswa-siswa berkumpul di lapangan upacara, dari kelas satu hingga kelas lima, menanti pengumuman juara satu sampai juara tiga dari masing-masing kelas. Antusiasme anak begitu terasa ketika semua maju ke depan di mana posisi guru berada.

Hadiah-hadi yang tersusun rapi menjadi pemikat sendiri bagi anak-anak kami. Hadiah-hadiah tersebut akan diperuntukkan bagi anak-anak kami yang meraih prestasi di kelas masing-masing. sebagai mana hasil tim media kami kemarin, inilah anak-anak yang berhak atas hadiah-hadiah yang tersusun rapi di hadapan para siswa keseluruhan.

Kelas 1A Walikelas Ibu Era Maya
1. Athiya Salsabila
2. Nadya Khairunnisa
3. Dzikri Raihan

Kelas 1B Walikelas Ibu Siti Karomah
1. Athifah Ari Gumaisha
2. Aliyyah Maharani
3. Khalisah Dzakira Sabila

Kelas 1C Walikelas Ibu Tri Maryani
1. Fairuzza Muktabari
2. Andini Wahyu Ningtias
3. Wahida Haudy Juwita Sari

Kelas 2A Walikelas Ibu Ema Wardani
1. Aliyah Qurrta'ayuni
2. Lucky Febriansyah
3. M. Farhan Afif

Kelas 2B Walikelas Ibu Citra Dewi
1. Afina Putri Masagala
2. M. Fahmi Adiwijaya
3. Annisa Rahmi Eryz

Kelas 2C Walikelas Ibu Ema Sofiani
1. Bintang Aqila Aliqa
2. Dinda
3. Innaya Dian Azzahra

Kelas 3A Walikelas Ibu Era Elvira
1. Nakumi Yusra Salsabila
2. Hirro Triandhita
3. Emery Fathan Zwagery

Kelas 3B Walikelas Ustadz Ahmad Jonni
1. Muhammad Roihan
2. Riverty
3. Hasyifa

Kelas 3C Walikelas Ibu Veraliya Susanti
1. Ahmad Farid Mudrika
2. Syifa Nabila Az Zahra
3. Ananda Dwi Pradipta

Kelas 4A Walikelas Ustadz Ery Afrianto
1. Maulani Asma Mardiyah
2. M. Ananta Lafaz
3. Aura Sukma Aulia

Kelas 4 B Walikelas Wirnadiyah Rame
1. Nurul Izzati Ramadhan
2. Taufan Abdillah
3. M. Farizki

Kelas 5A Walikelas Ibu Yui Yunita
1. Elmira Fathiyyah Zahrah
2. M. Gilang Ramadhan
3. Nanda Okti Wilyandari

Kelas 5B Walikelas Ibu Ristiana
1. Aqil Muhyidin
2. Naufal Assidiqi
3. M. Bagas Riansyah

Kelas 6 Walikelas Ibu Fatriani
1. Aulia Khotimatul Husna
2. Fathi Ariini Hidayah
3. Sazidan A'raf Mustaqim


"Alhamdulillah ana senang ustadz, dapat ranking satu, juga dapat hadiah yang indah, terimakasih ibu Wirna." Ujar Nurul Izzari Ramadhan, siswi kelas 4 B yang meraih ranking satu di kelasnya.

Selamat ya, Nak! Semoga tetap selalu Sholihah agar ilmunya berkah. (AM)

Rabu, 12 Juni 2013

Besok, Penerimaan Raport Kenaikan Kelas

Hari ini (12/6) SDIT As-Shidiiqi mengadakan rapat besar membahas siswa-siswa yang layak naik kelas dengan yang tidak. Acara rapat ini diikuti oleh semua dewan majelis Yayasan dan Majelis Guru yang bertempat di ruang kelas 2 B.

Acara dipimpin oleh Kepala Sekolah, Rita Fitria dan Wakepsek Ustadz Ery Afrianto. Acara dibuka dengan kegiatan tausyiah dari Ibu Yayasan Ustadzah Anti Yosefa mengenai "Kebahagiaan Adalah Hal Mutlak".

Rapat kenaikan kelas ini membahas problematika siswa dari kelas 1 sampai kelas 5. Mana siswa yang bermasalah dan bagaimana mengatasinya. Sebuah fitrah memang di setiap sekolah selalu ada anak-anak yang berkelakuan khusus, dan dalam rapat ini dibahas bagaimana menanganinya ketika dia berada di tingkat berikutnya. Walikelas yang cocok dan penanganan yang pas.

Insya Allah, besok, Kamis (13/6) SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi akan menjadwalkan pembagian rapor kenaikan kelas kepada para siswa, berikut peringkat 1-3 dari setiap kelas...

Kelas 1A Walikelas Ibu Era Maya
1. Athiya Salsabila
2. Nadya Khairunnisa
3. Dzikri Raihan

Kelas 1B Walikelas Ibu Siti Karomah
1. Athifah Ari Gumaisha
2. Aliyyah Maharani
3. Khalisah Dzakira Sabila

Kelas 1C Walikelas Ibu Tri Maryani
1. Fairuzza Muktabari
2. Andini Wahyu Ningtias
3. Wahida Haudy Juwita Sari

Kelas 2A Walikelas Ibu Ema Wardani
1. Aliyah Qurrta'ayuni
2. Lucky Febriansyah
3. M. Farhan Afif

Kelas 2B Walikelas Ibu Citra Dewi
1. Afina Putri Masagala
2. M. Fahmi Adiwijaya
3. Annisa Rahmi Eryz

Kelas 2C Walikelas Ibu Ema Sofiani
1. Bintang Aqila Aliqa
2. Dinda
3. Innaya Dian Azzahra

Kelas 3A Walikelas Ibu Era Elvira
1. Nakumi Yusra Salsabila
2. Hirro Triandhita
3. Emery Fathan Zwagery

Kelas 3B Walikelas Ustadz Ahmad Jonni
1. Muhammad Roihan
2. Riverty
3. Hasyifa

Kelas 3C Walikelas Ibu Veraliya Susanti
1. Ahmad Farid Mudrika
2. Syifa Nabila Az Zahra
3. Ananda Dwi Pradipta

Kelas 4A Walikelas Ustadz Ery Afrianto
1. Maulani Asma Mardiyah
2. M. Ananta Lafaz
3. Aura Sukma Aulia

Kelas 4 B Walikelas Wirnadiyah Rame
1. Nurul Izzati Ramadhan
2. Taufan Abdillah
3. M. Farizki

Kelas 5A Walikelas Ibu Yui Yunita
1. Elmira Fathiyyah Zahrah
2. M. Gilang Ramadhan
3. Nanda Okti Wilyandari

Kelas 5B Walikelas Ibu Ristiana
1. Aqil Muhyidin
2. Naufal Assidiqi
3. M. Bagas Riansyah

Kelas 6 Walikelas Ibu Fatriani
1. Aulia Khotimatul Husna
2. Fathi Ariini Hidayah
3. Sazidan A'raf Mustaqim

Sementara untuk Kelas 6 ada empat siswa yang meraih nilai tertinggi atau sempurna di Ujian Nasional bidang Study Matematika, Anak-anak tersebut adalah Aulia Khotimatul Husna, Bagas Pramudya, Fathimah Ariini Hidayah dan Rahmi Audilla.

Semoga Prestasi anak-anak kita mendapatkan keberkahan Allah SWT. Butuh kerjasama orangtua untuk menjaga dan memantau amalan yawmiyah (amalan harian) yang ditanam di sekolah agar masa libur sekolah ini tetap dikerjaan oleh anak-anak kita. (AM)

Senin, 10 Juni 2013

Geliat Prestasi SDIT As-Shidiiqi


Angkatan I Lulus 100 Persen! Luaar Biasa!

SD Islam Terpadu As-Shidiiqi Kota Jambi kian eksis di berbagai kompetisi. Salah satunya ditunjukkan lewat keberhasilan anak didiknya yang berhasil lulus 100 persen nasional kali ini, yakni sebanyak 22 orang.

Menurut Kepala SDIT As-Shidiiqi, Rita Fitria, apa yang terjadi merupakan hasil dari didikan yang mereka terapkan, yakni dengan hati ikhlas dan menanamkan nilai-nilai yang akhlakuk karimah.

Sebanyak 22 siswa lulus itu, kata Rita di antaranya diterima di SMP IT Nurul Ilmi dan beberapa SMP Negeri Favorit dan Pesantren Favorit di Pulau Jawa.

Murid yang lulus, diakuinya punya rata-rata 9,3 dan ada empat siswa meraih nilai 100 (sempurna) pada bidang Matematika.”Insya Allah ini adalah buah dari proses belajar mengajar di kelas yang dilakukan dengan hati ikhlas, dan ingin membimbing siswa agar benar-benar memiliki sikan dan kekhasan.” Imbuh Rita, antusias.

Dari Proses yang dilakukan, menurut Rita, siswa benar-benar digembleng untuk mengejar prestasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai KEJUJURAN. Sebagaimana sikap shiddiq (jujur), serta visi sekolah untuk melahirkan calon pemimpin cerdas, sholeh, kreatif dan berkepribadian matang. Sehingga dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan, juga tetap memiliki karakter dan berkepribadian matang. Dan memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki tersebut. Serta adanya bimbingan dan pembinaan dari guru-guru yang juga memiliki tekad kuat untuk membentuk siswa menjadi calon pemimpin yang memiliki pribadi liar biasa.

Prestasi-prestasi yang sudah diraih oleh SDIT As-Shidiiqi yang diukir, juara VII OSN bidang Matematika tingkat Kota Jambi, Juara I Sempoa. Selain itu, sering meraih juara baik 1, ataupun 2 dan 3 pada lomba tahfidz juz ‘amma, nasyid, outbond, lomba kebersihan lingkungan, Spelling and Coloring Competition, bercerita, kreativitas daur ulang, olimpiade, puisi, cerdas cermat dan taekwondo.

Selasa, 07 Mei 2013

Hasil Seleksi PMB SD IT As-Shidiiqi 2013/2014

Assalamu'aykum Wr Wb

Alhamdulilah segala puji syukur kepada Allah SWT, Sholawat dan Salam atas baginda Rasulullah SAW. Setelah menjalani seleksi penerimaan murid pada tanggal 27 April 2013, kami tim seleksi telah selesai menyeleksi siswa.

Bagi ayah dan bunda, bila ingin mendapatkan daftar siswa yang lulus seleksi bisa download di sini

HASIL SELEKSI PMB SDIT AS-SHIDIIQI KOTA JAMBI 2013/2014

Untuk siswa baru yang dinyatakan lulu SEGERA melakukan Pendaftaran Ulang (Pembayaran dan pengukuran baju seragam)

Hari/Tanggal : Selasa, 7 Mei 2013 - 14 Mei 2013
Pukul : 08.00-13.00 WIB
Tempat : SDIT As-Shidiiqi Kota Jambi
Catatan : Kepada orangtua siswa baru (nama lulus seleksi) untuk memastikan kesediaan anaknya menjadi siswa SDIT As-Shidiiqi sebelum tanggal 14 Mei 2013 dengan melakukan pendaftaran ulang (Segera).

Bagi calon siswa yang masuk cadangan, informasi kepastian kelulusan baru dapat Kami informasikan setelah tanggal 14 Mei 2013

Bagi calon siswa yang BELUM tercantum namanya Kami dari sekolah mohon pengertiannya dan terimakasih atas partisipasinya. (AM)

Sabtu, 04 Mei 2013

UN Pertama SDIT As-Shidiiqi

Bu Ani bersama salah satu kelompok siswa kelas 6 saat melaksanakan "Pasar Rakyat" di komplek SDIT As-Shidiiqi
Tahun ini adalah tahun pertama SDIT As-Shidiiqi melaksanakan Ujian Nasional. Agenda ini sekaligus sebagai bahan untuk akreditasi SDIT As-Shidiiqi, angkata pertama peserta UN 2013 ini berjumlah 22 siswa dengan 13 Peserta didik laki-laki dan 9 peserta perempuan. Ujian Nasional perdana bagi SDIT As-Shidiiqi ini akan berlangsung di SD Negeri 59 Jambi Selatan, Kota Jambi.

Alasan yang disampaikan kepala sekolah adalah belum ada pengalaman sekolah ini melaksanakan Ujian Nasional, sebagaimana diketahui kelas enam saat ini adalah angkatan pertama.

Semua majelis guru berharap kejujuran dijunjung tinggi dalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini, agar tercipta karakter generasi muda yang jujur. Setidaknya generasi koruptor terputus cukup di tahun ini. Sebagaimana yang digaungkan pemerintah yaitu melahirkan generasi berkarakter yang jujur dan positif.

“Buat anak-anak Ustadz siapkan mental dan fisik dalam menghadapi UN hari senin nanti, mintalah restu pada guru-guru antum wa bil khusus kepada orangtua antum.” Nasehat Ustadz Ahmad Jonni sebagai guru tahfidz kelas 6.

Selamat Melaksanakan Ujian Nasional anak-anak sholeh, tetap berlaku jujur di manapun kita berada. Allah melihat dan menolongmu. Aamiin (AM)

Senin, 18 Maret 2013

Menumbuhkan Budaya Menghargai Siswa



Pic: Jihan Hendriansyah, Saat Meraih Juara II Olimpiade MIPA/Sain
Menghargai dan menyayangi adalah dua ekspressi emosi yang selalu patut ditujukan oleh orang tua kepada anak dan oleh guru kepada siswanya selalu. Dua ungkapan ekspressi emosi ini amat tulus diberikan oleh orang tua yang punya bayi dan balita. Perasaan sayang dan dihargai yang diterima oleh anak membuat mereka selalu bersemangat untuk melaksanakan aktivitas yang tidak henti- hentinya dalam menjalani proses pertumbuhan mereka. Masa bayi dan balita yang merupakan masa emas, karena pada masa ini syaraf- syaraf berkembang pesat, dan pada saat yang sama orangtua memberikan pelayanan unggul dalam mendidik mereka, yaitu mendidik dan membesarkan yang penuh dengan senyum, kehangatan, sentuhan dan kata- kata positif.

Mendidik anak dengan pelayanan prima masih diterima oleh anak mereka berada di bangku taman kanak-kanak dan berlanjut sampai kelas satu atau kelas dua SD. Pada saat ini orang tua di rumah masih memperlihatkan pribadi yang hangat pada anak di rumah. Di sekolah , di TK dan di SD (kelas satu dan kelas) dua guru- guru pun masih mendidik anak dengan penuh senyum, penuh sabar dan ramah tamah .

Mendidik dengan pelayanan ramah tamah- menghargai dan menyayangi- dari guru kepada siswa memberikan yang menakjubkan. Inilah alasanya kalau dalam usia ini mampu merekam pembelajaran dengan hasil yang bagus. Namun apabila ada yang beralasan bahwa dalam usia ini, daya tangkap anak ibarat menulis di atas batu, tetapi didik oleh orangtua dan guru yang penuh dengan suasana menekan, mengancam dan mengintimidasi maka pasti akan membuat anak menjadi manusia yang senang membisu dan memiliki jiwa paranoid.

Adalah proses biologi yang alami bila anak terus mengalami pertumbuhan terus, sampai akhirnya mereka memasuki usia pasca masa balita dan terus sampai masa pra remaja. Seiring dengan perubahan tubuh atau perubahan biologis mereka, maka karakter mereka juga berubah. Bila pada masa bayi dan balita, mereka masih memperlihatkan sikap manis dan lucu. Namun dalam masa setelah itu, mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih agresif, impulsif- kurang bisa menguasai diri, senang berteriak dan bergerak agresif dalam rangka merespon pertumbuhan jantung, paru-paru, otot dan organ yang lain sering membuat mereka menjadi kontra dengan standar kebijakan guru dan orang tua.

Untuk mencegah gerak mereka yang agresif dan suara mereka mereka yang keras, maka orang tua dan guru melakukan respon yang berbeda- beda. Sebagian orangtua berusaha untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan anak dan sebahagian lain malah bersikap dengan sangat otoriter- menghardik, mencela dan memberikan hukuman, dimana pda akhirnya akan melajirkan generasi muda yang senang membisu, pasih dan pemalu.

Di saat anak mengalami pertumbahan dan perkembangan yang pesat ini, walau mereka sendiri mengalami perubahan pola prilaku yang aneh- aneh di mata guru dan orangtua yang belum memahami bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anak, mereka mererspon dengan pola kekerasan atau bergaya otoriter maka pastilah akan melahirkan nak- anak dengan perasaan tertindas.

Cukup bervariasi pola mengajar guru- dan juga orangtua- terhadap anak didik sejak masa anak- anak di SD sampai kepada masa remaja di tingkat SMP dan SLTA. Ada guru yang mengajar dengan cara memaksa, serba melarang, serba membantu, mendikte dan tentu ada juga orang tua dan guru yang mendidik anak penuh dengan menghargai, penuh kasih sayang, memberikan simpati dan rasa emphaty mereka. Tentu saja banyak orang tua dan guru akan berkata bahwa berteori tentu lebih mudah dari pada mempraktekannya. To say is easy but to do is difficult. Namun pernyataan ini sedikit bisa disangkal.

Andaikata orangtua dan guru mau selalu belajar dan bisa memahami karakteristik anak sesuai dengan tingkat atau masa pertumbuhannya, maka mereka (kita) tentu akan mengerti mengapa anak pada usia 6 sampai 10 tahun, sebagai contoh, senang berbicara dan berkata dengan gaya menghardik- hardik. Mengapa dalam dalam usia ini mereka bersikap sangat kinestik (lasak)- banyak bergerak dan bersikap tidak tenang. Memahami karakter pertumbuhan mereka akan bisa meredam gejolak emosi guru dan orang tua dalam mendidik.

Mengajar dengan gaya otoriter (menggunakan kekuasaan), atau gaya pseudo demokrasi (demokrasi semu) bagi guru: marah- marah, mencela, mencerca, mengkeritik, akan membuat siswa menutup pintu hati dan pintu fikiran mereka. Anak didik akan kehilangan motivasi, minat dan gairah untuk berintegrasi dengan guru dan orang tua mereka. Mereka berharap agar pembelajaran dan saat- saat yang membosankan agar segera berakhir.

Guru- guru tertentu bisa jadi memiliki cara yang jitu untuk meredam keagresifan sikap mobile atau sikap anak didik. Cara yang mereka terapkan bukan lewat pemaksaan, menekan, atau marah- marah, namun dengan cara memberikan perlakuan khusus: keakraban. Mereka mengerti bahwa anak anak menjadi nakal karena mereka menderita Skin hunger- atau kulit yang lapar terhadap sentuhan. Maka sentuhan tangan guru pada pundak mereka, diikuti senyum dan kata- kata simpati memiliki kekuatan yang besar untuk mengatasi prilaku nakal mereka.

Pembelajaran bagi anak di rumah dan di sekolah, bukan berarti mereka harus mengejar kecerdasan kognitif (kecerdasan otak) semata. Namun juga untuk memacu kecerdasan psikomotorik (keterampilan) dan affektif (sikap). Maka orang tua yang sudah terlanjur untuk membebaskan anak dari pekerjaan rumah- mereka tidak usah memasak, menyapu dan mengurus rumah asal selalu belajar dan belajar agar bisa juara di sekolah- malah akan membuat anak menjadi tidak terampil dan kehilangan tanggung jawab terhadap keluarga dan terhadap dirinya. Untuk itu orangtua perlu mengajar anak untuk rajin belajar namun juga rajin membantu keluarga.

Agar anak memiliki nilai psikomotorik dan affektif dalam hidup maka, sekali lagi, orang tua perlu untuk melibatkan mereka dalam setiap aktivitas kehidupan di rumah. Karena adalah tidak tepat untuk mengkondisikan mereka hanya untuk belajar dan belajar melulu, tanpa pernah memberi mereka tanggung jawab dan mewarisi keterampilan kerja di rumah. Andaikata sang ayah mengelola usaha pertanian, peternakan atau perdagangan, maka idealnya anak perlu dilibatkan dalam mengelola usaha keluarga ini.

Sudah menjadi fenomena pada beberapa keluarga menerapkan konsep "salah didik" dengan cara tidak melibatkan ikut mengurus rumah tangga. Cukup banyak sekarang anak laki- laki dan anak perempuan yang tidak bisa mengurus diri sendiri, tidak tahu cara mencuci, menyapu, memasak apalagi untuk memasak rendang padang. Inilah salah satu kesalahan orang tua yang mana atas nama agar anak bisa sukses di sekolah maka mereka dimanja- tidak diberi pekerjaan mengurus rumah. Tugasnya Cuma belajar dan belajar melulu dan dalam kenyataan malah pketerampilan dan sikap anak menjadi buntu atau lumpuh untuk memiliki keterampilan sosial.

Begitu pula kalau di sekolah, belajar dengan gaya menghafal tanpa mengimplementasikan gaya belajar inquiri (menemui) atau belajar dengan cara berbuat atau learning by doing cendrung membuat siswa miskin dengan nilai keterampilan dan sikap. Untuk mewarisi mereka dengan nilai keterampilan dan sikap yang sesuai dengan norma sosial dan norma agama (dan juga sesuai dengan norma orang timur) maka tentu tidak cukup hanya dengan memberi mereka catatan dan hafalan teori tanpa melibatkan mereka dan memberi mereka model (langsung dari orang tua dan guru).

Pembelajaran BAM (budaya alam minangkabau), agama, bahasa dan budi pekerti yang mana kalau hanya syarat dengan teori tanpa melibatkan mereka dalam aktivitas langsung dengan kehidupan adat, mengggunakan bahasa dan implementasi agama maka nilai yang mereka oeroleh selalu cendrung bersifat kognitif. Metoda pembelajaran yang demikian tidak pernah tepat sasaran yaitu untuk memantapkan nilai keterampilan dan sikap.

Dapat disimpulkan bahwa mengajar anak atau siswa dengan cara menumbuhkan budaya menghargai, memahami pertumbuhan diri anak dan mendidik mereka dengan cara memberikan pelayana prima: senyum, ramah tamah dan penuh keakraban, akan memberikan dampak positif dalam mendidik. Perlu juga diperhatikan bahwa adalah perlu untuk melibatkan anak dalam setiap aktivitas di rumah dan aktivitas dalam pembelajaran di sekolah agar mereka tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga cerdas untuk keterampilan dan sikap sosial. Akhir kata bahwa adalah perlu orang tua dan guru menjadi model bagi anak sebelum mereka terlanjur mencari model ke luar yang penampilan dan budaya mereka cendrung serba aneh.

http://penulisbatusangkar.blogspot.com/

Jumat, 22 Februari 2013

Jangan Pernah Memaki Anak


Ridho Allah bergantung pada ridho orang tua. Ucapan ibu adalah doa yang mustajabah. Apalagi jika lahir dan keadaan hati yang kuat. Itulah sebabnya, para ibu terdahulu sangat menjaga lisannya agar tidak pernah sekalipun mengucapkan kata-kata yang buruk bagi anaknya. Ia lebih memilih untuk menangis ketika ia tak tahan lagi menahan kesal, daripada mengucapkan sumpah atau memberi julukan kepada anak sesuatu yang buruk, misalnya, "Kamu ini kok nakal, sih?" Mereka menahan lidah sekuat-kuatnya, karena takutnya mereka kepada Allah.

Mereka menjaga ucapannya sebisa-bisanya karena takut ucapan yang sekarang, menjadi jalan untuk mengucapkan makian pada anaknya. Sebab ucapan seorang ibu kepada anaknya, terutama ucapan-ucapan yang keluar dan hati yang paling dalam, akan menhunjam tepat di lubuk hati anak.

Kalau sekali waktu seorang ibu mengucapkan kata yang buruk, ia segera berlari untuk memohon ampun kepada Allah Yang Maha Pengasih. Kemudian ia meminta maaf kepada anaknya. Di saat inilah, anak justru mendapatkan pelajaran yang nyata. Tangis ibu dan permintaan maafnya, menggerakkan anak untuk menanggalkan kenakalan-kenakalan, dan menggantinya dengan akhlak yang baik. Ketika seorang ibu meminta maaf kepada anaknya, yang terjadi justru anak akan ikut menangis.
Atau, peristiwa itu menjadi sejarah besar yang mengesankan dan mempengaruhi pertumbuhan pribadinya. Ia belajar mengenai akhlak yang mulia dan kelemah-lembutan ibu. Dan bukan sebaliknya, yakni makian.

Caci maki hanya mendorong anak untuk melakukan kenakalan yang lebih besar, di samping sebagai pelajaran bagi anak itu sendiri bagaimana mencaci yang menyakitkan orang. Makin orangtua justru menjadikan anak kebal terhadap makian, nasihat, dan perkataan yang kasar. Kata yang kasar akan ia balas dengan kata yang kasar dan suara lantang.

Caci maki tidak merangsang anak untuk memiliki kepekaan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Fir'aun adalah musuh Allah. Kezaliman Fir'aun sangat melebihi batas. Ia bahkan telah mengaku menjadi Tuhan. Di tangannya, Siti Masyitoh menemui syahidnya setelah direbus dalam minyak mendidih. Tetapi, terhadap orang yang sezalim itu, Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan Nabiyullah Musa alaihissalam agar menyeru Fir'aun dengan lemah lembut.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat akan takut." (QS. Thaahaa: 42-44).

Sebagai penutup, marilah kita renungkan sebuah hadist Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, sambil memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar mensucikan mulut kita yang masih kotor; Ibnu Umar RA mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam berkunjung kepada Saad bin Ubadah. Turut bersama beliau Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas'ied RA, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tampak menangis. Begitu para sahabat melihat beliau menangis, maka mereka pun ikut menangis. Setelah itu beliau berkata,"Apakah kalian tidak mendengar bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa seseorang karena tetesan air mata, dan tidak pula karena kesedihan hati, akan tetapu Dia akan menyiksa karena ini atau memberi rahmat sambil menunjuk lidahnya. (Muttafaq 'Alaih).

Disarikan dari buku yang berjudul "Bersikap Terhadap Anak - Pengaruh Perilaku Orangtua terhadap Kenakalan Anak" karangan Moh. Fauzil Adhim. (AnakShaleh)

Kamis, 21 Februari 2013

Pendidikan Anak dalam Islam


Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.

Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.
Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)
Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”
Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:
· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak
Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)
Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,
“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.
Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.
Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang di mana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,
“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)
Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.
Adapun dari hadits,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).
· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah
Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).
“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).
Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.
· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak
Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.
· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia
Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.
Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.
· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan
Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.
Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).
Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.
Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).
Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).
إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.
· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian
Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.
Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada orang-orang kafir. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.
Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.
· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i
Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.
Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)
Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.
Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.
Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.
)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.
Source: AnakMuslim